tulisanhati

Wednesday, 1 June 2011

SENYUM SORANG " TIADA YANG SIA - SIA UNTUK KEBAIKAN "

"Apa gunanya saya membaca al - Quran tetapi tidak memahaminya?" tanya seorang murid.


"Bacalah dahulu, perlahan - lahan nanti tok akan ajar maknanya," jawab gurunya.

Murid itu pun terus membaca. Hari demi hari. Bulan demi Bulan. lama kelamaan dia berasa jemu dan datang menemui gurunya semula.

"Tok, saya masih berasa usaha membaca tanpa memahami makna al - Quran in sesuatu yang tidak berfaedah," katanya.



"Baiklah. Tok akan menyuruh kamu melakukan seatu pekerjaan yang lebih bermakna," kata tok Guru tersebut. Wajah murid itu kembali ceria.

Tok guru menyerahkan sebuah raga dan berkata," Kamu ceduk air di sungai itu dengan raga ini, dan curahkan airnya ke dalm kolah madrasah kita."

Si murid kehairanan. Mesti ada sesuatu yang luar biasa akan berlaku, detik hatinya. dia ke sungai dan menyesok air dan secara tergesa - gesa dia berlari untuk menuangkan air ke dalam kolah. Namun sebaik sampai, air telah habis, menistis keluar dari celah - celah raga yang jarang itu. Air menitis keluar dari celah raga dan kolah measih tidak dapat dipenuhi.



"Tok, perbuatan ini lebih tidak bermakna. Kalau tok gantikan raga ini dengan timba, barulah ia boleh menampung air dan kolah akan penuh!"

Tok guru tersenyum. "Setiap yang tok suruh pasti ada maknanya," katanya perlahan.

"Apa maknanya tok?"

"Menimba air dengan raga samalah dengan membaca al - Quran walaupun tidak memahami maknaknya," jawawb Tok Guru.

"Sama - sama tidak ada faedahnya. bergitu?"

"Tidak, sama - sama ada faedahnya," pintas tok guru.

Anak muridnya jadi lebih hairan.

"Cuba kamu tengok raga yang kamu gunakan sejak tadi itu. Mulanya ia kotor, tetapi sekarang bukankah sudah bersih? Walaupun air di kolah tidak penuh tetapi raga yang kamu gunakan sudah bersih. betul tak?"

"Betul tok," jawab anak murid mengiakan.

"Ha, bergitulah juga dengan hati kamu ketika membaca al - Quran berulang - ulang kali. Walaupun belum memahami maknaknya, tetapi paling tidak hati itu akan dibersihkan daripada kalalaian dan gangguan syaitan.

Muridya mengangguk. Hebat, rupa - rupanya Tok Gurunya mendidik, bukan sekadar mengajar!

Pengajaran
jangalah memandang remeh sesuatu amalan baik, walupun sekiranya kita belum nampak manfaat atau hikmahnya. Dan jangan terburu - buru untuk "meningkatkan" dalam perjalanan menjadi hamba Allah yang baik dengan tindakan - tindakan yang melanggar ketertiban amal dan kehalusan adab. Ingat setiap yang baik pasti ada kebaikannya.

No comments:

Post a Comment